cerpen secret of love
0Terkadang, tak sedikit di antara mereka berpikir bahwa persahabatan itu lebih indah di banding pacaran. Itulah yang terjadi pada Raisa dan Sania, mereka selalu bersama baik suka maupun duka. Semasa 2 tahun di SMA, mereka belum pernah merasakan apa itu cinta. Mereka memiliki janji tidak akan jatuh cinta pada laki-laki yang sama jika suatu saat mereka menemukan cinta.
Mengikuti pelajaran di kelas selama beberapa jam, membuat mereka merasa jenuh. Akhirnya, pada jam istirahat mereka memutuskan untuk pergi ke taman sekolah “Sania, ke taman yuk.. aku bosan di kelas” dengan menggandeng tangan Sania. Di tengah canda tawa mereka di taman, tiba-tiba saja ada sesuatu yang mengalihkan perhatian mereka berdua. Ternyata, mereka melihat dua orang lelaki tampan datang dan duduk di sebelah mereka. Raisa dan Sania saling berbisik “eh Sania, liat deh pinggir kamu. Mereka tampan ya”, “ah kamu itu, kita lanjutin ngobrol yang tadi aja” ucap Sania sambil mengalihkan perhatian Raisa.
cerpen cintaku tak semanis brownise cake
0Aku tahu, aku hanyalah gadis mungil yang tak pernah berhenti bermimpi. Aku hanyalah satu dari ribuan bahkan jutaan gadis mungil yang punya mimpi. Tiap goresan tinta kehidupanku adalah angan dan impianku ke depan. Aku bukan gadis yang terlahir seutuhnya meraih cinta dan kesuksesan di awal perjuangan. Aku hanya berusaha agar mimpiku tidak redup, karena sebagian dari nafasku kuperjuangkan untuk meraih semua mimpi-mimpiku.
cerpen Mr.ice cream
0
Ini sudah mangkuk es krim kedua yang aku lahap malam itu, tak peduli aku
sudah dua jam duduk di kedai ini. Pelayan tua kedai itu kadang sesekali
memalingkan tatapannya dari Koran pagi harinya kearah ku. Mungkin dia
pikir aku kurang waras, di cuaca sedingin ini dan sedang hujan deras
diluar sana, ada gadis yang masih menikmati es krim sampai mangkuk
kedua, tenang saja pak tua gumam ku dalam hati mungkin akan ada mangkuk
yang ketiga, keempat, kelima dan seterusnya. Aku tak peduli.Hap, sendok demi sendok aku nikmati, tatapanku hanya menatap kosong pada suatu titik sembarang di sudut kedai itu. kenangan demi kenangan aku putar di pelupuk mataku, seperti komedi putar yang sedang memutar scene demi scene. Membuat hati ini campur aduk dan sedikit sesak. Me-rewind semua rutinitas gila makan es krim ini dari mana asalnya, kalo bukan dari dirinya.
3 tahun yang lalu. Di kedai es krim yang sama
Wajahnya yang sedikit pucat dan tirus, rambut nya yang agak panjang, sedikit berantakan, dia tersenyum menatap ku penasaran, menunggu pendapatku tentang rasa es krim yang barusan aku cicipi.
“Gimana?” tatapnya penasaran, air mukanya mulai serius melihat ekspresiku yang mengerutkan dahi seperti ada yang salah dengan es krim yang kumakan.
“Tunggu!” jawabku sambil memutar mata seolah berfikir serius mendikripsikan Sesuatu yang sedang lumer dilidahku, lalu ku coba sesendok lagi, sok-sokan lagaku seperti tester sejati.
cerpen hargai aku
0“Lo kenapa sih? Daritadi menghela nafas kayak ikan kehabisan oksigen!” Komentar cewek berambut sebahu.
“Gue bingung, gimana gue harus bilang sama Azzam soal kepindahan gue ke Jakarta.”
Cewek bernama Ajeng tersebut menoleh pada Nidya, sahabatnya. “Lo beneran mau pindah ke Jakarta?”
Nidya mengangguk. “Bokap gue harus ngurus bisnisnya disana. Gue bingung, Jeng! Lo tahu kan akhir bulan Azzam ulangtahun, sedangkan lusa gue udah harus pindah.”
cerpen cinta penuh air mata
0Ketika seorang pemuda tampan melamar Rana, pernikahan malah terasa bagai neraka.
“Kalau kau mabuk-mabukan, menghambur-hamburkan uangku, aku masih bisa memaafkan, Jor,” pekik Rana pilu. “Tapi kalau sudah ada perempuan lain yang mengandung anakmu, itu artinya perkawinan kita berakhir...”
Sampai Rana bertemu Hastar, seorang penyanyi kafe bersuara emas, yang mencintai Rana dengan sepenuh hati.
cerpen diary putri
0
“Hidup ini indah dan akan lebih indah bila kita bisa memiliki
seseorang yang kita sayangi. Dan jika engkau merasakan cinta pada
seseorang, katakanlah. Berani jujur dan jangan ragu mengungkapkannya.
Tapi, jika tidak, ucapkanlah dengan tegas bahwa engkau tak menyukainya.”
Kata-kata yang selalu tertanam dan selalu terngiang di hatiku dan
telingaku setelah aku bertemu dengan lelaki ini. Lelaki yang selalu
menghiasi penuh hari-hariku. Ya… hari-hariku, dan mungkin bukan
hari-harinya. Karena aku tak berani untuk sekedar menyapanya apalagi
harus berbicara ataupun bercanda dengannya, aku hanya bisa melihatnya,
berbicara, dan mendengar melalui mataku. Karena hanya dengan mataku, aku
bisa melakukan semua hal itu. Hal yang selalu ingin aku rasakan
meskipun hanya dalam mimpi sekalipun. Seandainya engkau tau aku sangat
ingin mengobrol dan melihat senyummu yang mampu membuatku terpana secara
langsung, secara nyata dari dekat. Kupejamkan mata dan mulai
membayangkan gadis itu dan mulai kututup diaryku malam itu dalam pelukan
hingga lelap dan pulas.
cerpen true love
0***




