cerpen_ ADA CINTA DALAM PERSAHABATAN

1

    Sudah lebih dari 10 menit, aku berdiri di depan komplek Menunggu  seseorang . dengan pakaian putih+biru yang aku kenakan. Yah, aku menunggu sahabatku yang bernama Ozy untuk berangkat sekolah bersama.

“ Cha, kok tumben belum berangkat? Ozynya mana” tiba-tiba kedua temanku datang  menyapaku.

“ gatau nih, lama banget udah lebih dari 10 menit aku nunggu Ozy” jawabku dengan nada sedikit kesal

“ yahh, padahal 15 menit lagi bel bunyi loh Cha, mau bareng kita atau masih tunggu Ozy?” kata temanku yang bernama Nova.


“ iya Cha dari pada lo nunggu sii Oji nanti telat loh!” sambung temanku yang lain yang bernama Ray.

“ boleh deh, aku mau gonceng Ray ya aku takut jatoh kalo di gonceng Nova hheheh” akhirnya aku berangkat bareng dengan mereka.

Sebagian besar siswa siswi di Sekolahku membawa sepeda tapi tidak dengan aku, aku takut yang namanya mengendarai sepeda, makanya setiap hari aku bareng Ozy di gonceng dengan sepedanya.
Ketika setengah perjalanan, tiba tiba.....


cerpen_cinta yang terdustai

0

Ajaran tahun baru pun dimulai, di suatu sekolah yang bernama SMP *pipp* berkumpul anak-anak kelas 7 baru yang ingin bersekolah di SMP itu. Di sekolah itu terdapat ketua osis yang bernama Jesica Anastasia atau yang sering di panggil Chika. Ia anak yang cantik, ramah, humoris, baik dan disenangi teman-temannya. Namun hanya satu kekurangannya, dia kurang bisa memilih lelaki yang benar untuk mendapatkan cintanya . Menjelang tahun ajaran baru, ia pun sibuk mempersiapkan acara MOS untuk anak-anak kelas 7 dengan di bantu oleh rekan-rekannya yang mengikuti osis. Acara MOS berlangsung dengan lancar dan tanpa ada halangan satupun.


Hari-harinya pun di lalui dengan biasa. Pada saat istirahat disebuah taman, vivian bercerita pada chika

“Eh chik, elo udah tau belum kalau ada anak kelas 7 yang suka sama gue. Haha lucu ya ada anak kecil yang suka sama gue.”

“Hah? Yang bener lo? Haha bagus deh akhirnya elo ada juga yang suka.” Chika tertawa senang.

“Seneng lo heh ngetawain gue?”


cerpen_masih bisakah hari itu terulang

0

“Fio, tunggu…!”, langkahku langsung terhenti kala Denis memanggilku. “Ada apa ?” ” Ini, buku latihanmu ketinggalan.”kata Denis. “Makasi” jawabku sambil tersenyum. Denis membalas senyumku, senyum manis yang memberikan arti bahwa ia adalah sosok anak muda yang ramah dan baik hati.

Ya, dialah Denis. Siswa SMA 46 Jakarta yang cukup banyak punya penggemar. Aku pun sudah lama memendam rasa kepadanya. Aku dan dia memang sudah kenal sejak lama karena dari sekolah dasar aku sudah sekelas dengannya. Awalnya, tak ada kedekatan apapun di antara kami, hingga suatu hari Denis mengajakku pulang bersama. “Mau pulang sama aku nggak ?” tanyanya sambil tersenyum. Senyum yang dapat membuat siapa saja melayang karnanya. “Bole aja”, tanpa basa basi aku langsung mengiyakan ajakan itu. Dari sana, aku mulai dekat dengannya. Dan akhirnya, saat itu pun tiba. Denis memintaku untuk menjadi pacarnya. Tak perlu banyak waktu untuk menjawab semua itu karna memang itulah mimpiku sejak SMP.

Kini, hari-hariku pun sudah ditemani oleh Denis.

cerpen_tak secantik cinderella

0

     Ku tatap wajahku di depan cermin sambil memperhatikannya lekat-lekat. Sungguh ironis aku memang cewek antik seperti halnya yang di katakan teman-teman kampusku. Kacamata besar plus minus tebal di tambah lagi behel serta dandanan ku juga yang amat sangat biasa, hanya jeans dan kaos oblong yang agak kebesaran dan tak lupa tas ransel. Sungguh tidak ada yang bisa menarik hati kaum adam. Soal penampilan aku memang sangat cuek, aku tidak terlalu memikirkan hal itu. Tapi 
 


soal pelajaran aku jagonya di tambah lagi soal radio. Yapp di singgung soal radio, aku adalah penyiar radio, menurut rekan kerjaku sesama penyiar, aku termasuk penyiar yang memiliki banyak fans. Bukan karena wajah dan penampilanku, melainkan suaraku yang merdu, kata mereka suaraku sangat merdu dan setiap cowok-cowok yang dengar bisa klepek-klepek dan membayangkan kalau aku ini wanita cantik bak cinderella.
      

cerpen_hate the rain

0

Tetesan air dari langit yang datangnya tak pernah terduga, kadang dia datang begitu lama sampai seseorang menangis membutuhkannya, namun tidak dengan aku, terlalu banyak kenangan dan kesakitan yang tercipta karena hujan, dan kini aku benci hujan.

Cerpen Cinta Hate The Rain
Hari ini langit menghitam terlihat di pekarangan sekolahku, hal yang biasa karena sekarang sedang musim penghujan, tetesan benih airnya mulai turun dari atas langit kejauhan sana. Semua yang berada di luar kelas kini masuk ke dalam ruangan membuat kelaspun menjadi sempit dan ramai karena suara anak-anak yang tak bisa diam, itulah kebiasaan ketika belum ada guru pengajar masuk.
mata pelajaran terakhir telah dimulai, walaupun 
 

cerpen _ izin ku memilih

0


Ini perasasan hati tak pernah bisa ku bohongi, menyayangi kalian adalah kebahagiaan dan disayangi kalian adalah kebanggaan, akankan semuanya terus berjalan, seiring dengan kebohongan yang terus dilakukan, salahkah ini semuanya yang ku lakukan untuk membahagiakan diri semata.

* * *
 
Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang aku lakukan saat ini, menjadikan kedua laki-laki tak berdosa itu masuk ke dalam kehidupanku, dalam sekejap aku tidak menyadarinya, namun setelah mereka menyatakan perasaannya baru ku seperti terbangun dari mimpi, Kevin dan Yoga kedua laki-laki ini menyatakan cinta padaku dihari yang sama. Dan bodohnya aku tak bisa memilih mereka berdua, bodohnya aku menjadikan mereka sebagai kekasihku.
Kevin adalah seorang laki-laki dewasa yang begitu mengerti akan semua keadaanku, saat aku sedang bosan, malas atau butuh kasih sayang diapun selalu ada. dan Yoga adalah kakak kelas ku yang begitu perhatian padaku, itu yang membuatku jatuh hati padanya.

cerpen_ mencoba tinggalkan bayangan mu

0

Malam itu adalah malam pergantian tahun, atau yang lebih dikenal dengan istilah tahun baru,, euforia cantiknya kembang api mulai terasa di menit-menit pergantian tahun. Tidak banyak yang aku bisa lakukan di malam itu. Seperti putri di negri dongeng yang terkurung dalam khayalan-khayalan indah. Untuk ikut bernostalgia di malam tahun baru bersama teman-teman semasa SMA pun aku tak dapat izin dari sang bunda. Untuk hal seperti ini mamah selalu punya dua alasan. Alasan pertama, aku masih selalu di anggap anak kecil.


“nah lhoooo,,, aku kan udah umur 20 tahun mah, semester 5 lhoo aku, sekitar dua tahun lagi insyaallah aku lulus kuliah, gumamku dalam hati”.

Alasan kedua, suasana malam di kota sangat tidak baik, pergaulan di sana bahkan tidak pernah mengenal aturan.

“Hmmp,, ya ampuunn ini kan masih kota Serang mah bukan Jakarta,, toh aku juga bukan keluyuran sendiri yang gg jelas, tapi sama temen-temen yang sebagian besar udah mamah kenal dengan sangat baik, jawabku pelan”.

“iyah mamah tahu, tapi mamah yakin kamu paham betul makna dari alasan-alasan mamah, jawab mamah dengan bijak”.

Aku tidak bisa mendesak mamah untuk memberikan izin, aku takut mamah akan sedih bila ada bantahan di tengah perhatiannya,