Aku hanya bisa terdiam dengan keputusannya waktu itu, keputusan untuk
mengakhiri hubungan kami. Aku sudah mencoba untuk mempertahankannya,
tapi semuanya sia-sia saja. Cinta tak bisa dipaksa, buat apa aku
pertahankan semuanya jika di memang sudah tak mencintaiku lagi?.
Sudah tiba saatnya, saat dimana aku harus merelakan, mengikhlaskan,
pergi dan menjauh dari dia. Sebelum putus memang hubungan kami kurang
baik, banyak terjadi kesalah pahaman, banyak yang memprovokatori
hubungan kami. Sangat disayangkan karena hubungan kami telah direstui
oleh pihak keluargaku.
Aku menatap langit di luar yang sedang mendung, apa-apaan ini? Apakah
langit ingin mengejekku? Kondisi hatiku memang sedang tidak baik, aku
lebih banyak memilih diam, dan menggalau di kamar curhat lewat dumay,
yang kurasa cuman dumay yang bisa mengerti.
Kebahagiaan itu, aku mulai kehilangan kebahagiaan itu. Senyumanku
yang selalu ada di pagi hari kini tak ada lagi. Kenapa waktu begitu
tidak adil? Mengapa dia membuatku kehilangan kebahagiaan itu di saat aku
telah
CERPEN MENCINTAI DALAM DIAM
0cerpen hari jadiku pertama sekaligus yang terakhir
0Pagi ini aku kira adalah hari yang sangat
menyenangkan. Tapi keyakinan ku berubah saat dia menghubungiku. Hari
ini adalah hari jadiku dengannya yang ke satu tahun. Awalnya aku ingin
memberikan kejutan untuknya dengan menyiapkan makan malam yang romantis
di sebuah restoran. Aku benar-benar sudah mempersiapkan dinner ku
dengannya dari jauh-jauh hari. Tiap pulang sekolah, aku mencari-cari
tempat makan malam yang cocok untukku dengannya. Akhirnya temanku
merekomendasikan sebuah tempat yang menurutku benar-benar romantis. Dan
hari ini lah waktunya. Akan tetapi semuanya berantakan. Hari ini menjadi
hari yang sangat menyebalkan untukku. Aku benar-benar benci hari ini.
Aku berharap ini mimpi dan tidak benar-benar terjadi. Sungguh, aku tidak
mau kejadian ini terjadi hari ini ! ini seperti mimpi buruk di
cerpen kenalkan aku pada cinta
0cerpen bintang bersinar di bulaan
0“Laaaaaaaaan! Gue dapet formulir panitia mahasiswa baru nih!”, teriak Kenari sambil berlari ke arahku yang sedang sibuk didepan barang berhargaku; laptop.
“Aih…kenapa sih lu demen banget buat jantung gue copot!”, kataku kesal.
“Yaaa, maaf hehehe, yaaaah Nona Bulan begitu aja kok ngambek sih, sensi amat? hihi”, goda Kenari sambil mencolek daguku.
“Udah tahu gue lagi serius dan sibuk begini huh”, kataku dengan ekspreksi wajah ditekuk.
“Hahahaha, mau ga nih formulirnya?”, goda Kenari sambil melayang-layangkan di udara kertas formulirnya.
Aku melirik dan hendak mengambil kertas formulir dari tangan Kenari lantas Kenari menahannya seraya berkata “Etssss, main ambil aja, senyum dulu dong!” goda Kenari lagi.
Aku tersenyum melihat tingkahnya. Memang dari dulu aku tidak pernah bisa berlama-lama marah dengan Kenari, karena Ken sahabatku itu selalu mempunyai taktik untuk membuatku tersenyum.
Bintang Bersinar Dibulan
Malam sudah larut, namun aku masih saja berkutat dengan diktat kuliahku karena esok hari aku harus bergelut dengan soal-soal Ekonomi Umum. Kurasa cukup belajar untuk malam ini, sekarang waktunya mempersiapkan syarat-syarat apa saja yang harus dipersiapkan untuk melamar menjadi panitia mahasiswa dikampus, pikirku.
Waktu menunjukkan pukul 22.30. Kantukpun menyerangku, segera aku bergegas pergi ke tempat tidur, karena akupun sudah merasa lelah.
cerpen awan itu kamu
0Aku dan Roni semakin menjauh. Hubungan kami lebih renggang dari karet yang direndam minyak. Bahkan rasanya, semua yang dilakukannya untukku seperti menelepon, pergi ke mall denganku, hanya sebuah formalitas. Dia tak melakukannya dari hati lagi seperti dulu.
Hanya butuh beberapa langkah untukku bisa mencapai sekolah. Tak perlu diantar ataupun naik angkutan umum, aku sudah mencapai sekolah.
Sesampaiku di sekolah, pandanganku terpaku pada satu orang. Roni. Ia sangat jauh dari tempatku berpijak, hampir tertutup oleh orang-orang yang berlalu lalang mencari tempat untuk memarkirkan motornya.
Ku urungkan niatku untuk menyapanya segera setelah melihat ada seorang gadis yang menghampirinya. Hampir setiap hari aku melihatnya. Rambutnya tebal, lurus dan panjang sepinggul. Poninya selalu dijepit ke belakang, memperlihatkan wajah orientalnya yang cantik. Tingginya hampir sama denganku. Hanya beberapa inchi lebih unggul. Aku sering berpapasan dengan gadis yang hampir seperti anggota girlband korea itu.
cerpen Unrequited Love
0Aku sangat senang punya orangtua seperti papa dan mama. Papa punya pekerjaan yang penghasilannya di atas rata-rata dan mama adalah ibu rumah tangga. Papa dan mama masih sangat muda, bayangkan saja di saat aku berumur 14 tahun sekarang ini, mama dan papa masih sama-sama berumur 29 tahun. Aneh kan? Ya iya lah.. karena aku adalah anak angkat mereka. Mereka mengadopsiku saat mereka baru selesai menikah pada umur 22 tahun dan saat itu aku baru berumur 7 tahun. Mereka begitu menyayangiku seperti anak kandung mereka dan begitu juga denganku.
cerpen My sun flowers is you
0Matahari mulai bergerak turun menuju tempatnya beristirahat. Ia mulai menyisakan cahaya-cahaya indah di langit bekas jejaknya. Menjadikan sore itu panorama indah yang biasa kulihat akhir-akhir ini.
I Want You.. I need You.. I Love you.. ponselku berbunyi tanda ada panggilan masuk dari kekasihku, Vidrianta. Ya nada heavy rotation itu memang sengaja ku pasang hanya untuknya.
“Ara, anak anak minta kumpul ada yang mau dibicarakan” Kata laki-laki di sebrang sana.
“eh? Kapan?” tanyaku.
“sore ini, jam 4” jawab laki-laki itu.
“bisa, bisa dimana?” tanyaku lagi.
“di tempat biasa kita kumpul honey” katanya ramah.
“oh, iya iya mau menjemput?” aku memastikan.
“pasti” jawabnya mantap.
“hihihi, makasih honey, ya sudah aku siap-siap dulu ya” kataku.
“iya honey bye bye” lalu ia menutup sambungannya.
Akupun bersiap siap. Aku memakai baju terusan selutut warna hitam dengan titik-titik putih dengan pita putih di bagian pinggang. Kugunakan syal merah pemberian nenekku padaku 2 tahun lalu. Dengan pakai stocking panjang warna transparan dan sepatu tinggi hingga lutut warna senada dengan syal-ku, akupun siap berangkat.




